Soal remidi PKK kelas XI TKJ,
pengumpulan terakhir jam 12 malam!!
1. Apa
yang dimaksud dengan prinsip keadilan dalam HAKI?
2. Apa
yang dimaksud dengan HAK PATEN?
3. Faktor-faktor
yang harus diperhatikan dalam membuat kemasan produk adalah. ...
4. Apa
syarat kemasan produk?
5. Jelaskan
apa maksud produk sudah berstandar SNI, beri contoh di sekitarmu
6. Apa
yang dimaksud dengan prinsip ekonomi dalan HAKI
7. Apa
yang dimaksdu dengan HAK MEREK
8. Apa
faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam membuat desain produk
9. Apa
fungsi kemasan?
10. Beri
penjelasan tentang analisis SWOT?
Jawaban
1.
Prinsip keadilan,yakni di dalam menciptakan sebuah
karya atau orang yang bekerja membuahkan suatu hasil dari kemampuan intelektual
dalam ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang akan mendapat perlindungan dalam
pemiliknya.
2.
Hak Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh
Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk
selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan
persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.
3.
1.Desain
Produk Uprint.id
– Kotak Kemasan (Rigid Box)
Hal pertama yang
perlu Anda perhatikan saat mendesain kemasan adalah desain kemasannya itu
sendiri. Agar terlihat menarik, kemasan tentunya harus memiliki desain yang
bagus. Bukan hanya barang di dalam kemasannya saja yang bagus, namun kemasan
luarnya juga harus dapat membuat pembeli menyukainya.
Jangan sampai
para pembeli menjadi malas membeli barang Anda kali berikutnya hanya karena
kemasannya tidak terlihat indah di mata mereka. Sangat disayangkan, bukan?
2. Kreativitas
Selain keindahan
dan keunikan desain, hal berikutnya yang perlu menjadi perhatian Anda dalam
mendesain kemasan adalah seberapa kreatifnya Anda. Kemasan yang terlihat
kreatif akan meninggalkan kesan positif untuk si penerima barang.
Banyak aspek dari
kemasan yang bisa Anda pilih untuk dijadikan sebagai tempat Anda menyalurkan
kreativitas, misalnya saja bentuk dan ukuran kemasan. Produk yang Anda jual
dapat menjadi inspirasi bentuk kemasan itu sendiri.
3. Kepraktisan
Seperti yang
telah disampaikan pada poin 2, Anda memang harus kreatif dalam menentukan
kemasan yang akan menjadi pelindung barang yang Anda jual. Namun, pastikan
bahwa Anda tidak melakukannya secara berlebihan.
Kepraktisan juga
merupakan poin penting yang perlu diingat saat mendesain kemasan. Cobalah
menempatkan posisi pembeli. Apakah pembeli akan mengalami kesulitan saat
membuka kemasan Anda? Jika ya, maka kemasan Anda kurang praktis. Hal lain yang
perlu Anda pertimbangkan juga adalah mengenai pengiriman barang. Akankah
kemasan Anda merepotkan si pengirim saat mengantarkannya ke tempat tujuan? Jika
ya, maka kemasan Anda kurang praktis.
4. Kualitas
Jangan
sekali-kali Anda berkompromi soal kualitas karena kualitas itu teramat penting.
Sebelum menilai produk yang Anda jual, pembeli akan terlebih dahulu menilai
kemasannya. Jadi, walaupun barang Anda berkualitas tinggi, namun jika kemasan
Anda tidak berkualitas tinggi, pelayanan dan bisnis Anda akan dinilai buruk
oleh pembeli. Oleh karena itu, pastikan Anda mencetak kemasan di percetakan
yang mengedepankan kualitas di atas segalanya.
4.
Kuat / aman ( untuk produk maupun konsumen )
Terlihat menarik ( eye catching )
Praktis ( mudah
dibuka / dibawa )
Dari bahan yang
mudah didapat ( utamanya yg bisa didaur ulang)
Memiliki nilai
lebih ( unik, artistik, berfungsi ganda )
Murah ( tidak
membebani biaya produksi )
5.
SNI (Standar Nasional Indonesia) adalah standar nasional
indonesia atau sistem manajemen mutu untuk produk yaitu, standar yang
mengatur apakah proses suatu produk yang dihasilkan telah
memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh standar indonesia.
Contohnya adalah
Helm pada Sepeda motor
6.
Prinsip ekonomi, yakni hak intelektual berasal dari
kegiatan kreatif suatu kemauan daya pikir manusia yang diekspresikan dalam
berbagai bentuk yang akan memeberikan keuntungan kepada pemilik yang
bersangkutan.
7.
Hak Merek adalah hak ekslusif yang
diberikan oleh negara kepada pemilik merek terdaftar dalam daftar
umum merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan
sendiri merek tersebut atau memberikan ijin kepada pihak lain untuk
menggunakannya.
8.
·
Efektivitas. Bahan kemasan harus disesuaikan
dengan sifat dan kebutuhann produk yang dikemas.
·
Keamanan pangan (food safety). Jenis kemasan dan
cara mengemas harus benar agar produk aman, tidak mengandung bahan berbahaya,
dan steril sehingga tidak merusak kualitas makanan.
·
Mudah pengiriman. Pertimbangan ukuran dan
ketahanan sangat diperlukan agar proses pengangkutan dan distribusi mudah
dilakukan tanpa merusak produk.
·
Mudah dikenali. Kemasan yang dibuat sebaiknya
terlihat berbeda dari produk lain agar mudah dikenali dan diingat konsumen.
·
Desain aergonomis. Bentuk kemasan tidak
merepotkan konsumen dalam penggunaannya, seperti mudah dibawa, mudah dibuka,
mudah diambil, dan mudah dituang.
·
Faktor keindahan. Gambar kemasan harus menggugah
selera dengan menggambarkan kelezatan dan kesegaran produk melalui permainan
warna, logo, huruf, dan atribut lainnya
9.
Fungsi kemasan dalam sebuah produk
1)
Melindungi dan mengawetkan produk ,
Melindungi produk
dari benturan dg benda disekitar produk , melindungi dari kotoran atau mikroba
2)
Sebagai identitas produk
3)
Sebagai wadah agar produk tidak tercecer terutama untuk
produk yg berupa cairan
4)
Meningkatkan efisien / memudahkan dalam perhitungan
5)
Memberi kenyamanan bagi pemakai
6)
Menambah daya tarik konsumen
7)
Sarana informasi atau iklan
8)
Memperluas pemasaran
9)
Melindungi produk" lain disekitar produk tersebut
, maksudnya , misal produk itu bahan kimia berbahaya , kemasan bisa melindungi
produk lain yg berdekatan dg produk tersebut
10. SWOT adalah
metode perencanaan strategis yang digunakan
untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities),
dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau
suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities,
dan threats). SWOT akan lebih baik dibahas dengan menggunakan tabel yang
dibuat dalam kertas besar, sehingga dapat dianalisis dengan baik hubungan dari
setiap aspek.
Proses ini melibatkan
penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak
dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara
menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya,
kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, di mana aplikasinya adalah
bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari
peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses)
yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada,
selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats)
yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses)
yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah
ancaman baru.
0 Komentar